Senin, 17 Agustus 2015

Indonesia's Independence Day Wishes From Obama

Press Statement

John Kerry
Secretary of State
Washington, DC
August 14, 2015


On behalf of President Obama and the people of the United States, I would like to send our best wishes to the Indonesian people on the 70th anniversary of your independence this August 17.
I know from my own visit that Indonesia’s thriving democracy, religious tolerance, diversity, and global leadership are fundamental to your country’s success and serve an example for the Asia Pacific region and the world.
Through our Comprehensive Partnership the United States and Indonesia have made a long-term commitment to strengthen our bilateral partnership and address regional and global challenges, reflecting the importance the United States places on our relationship with Indonesia as a leader in Asia, and the world. I look forward to building even closer ties between our governments when President Jokowi visits the United States later this year.
We wish all Indonesians around the world a joyous celebration and peace and prosperity over the coming year.

Jumat, 14 Agustus 2015

The History Of Cepu



THE HISTORY OF CEPU
                The legenndary folktale from Cepu told that the the origin of Cepu derived from the battle between Adipati Tedjo Bendoro ( Tuban ) and Adipati Djati Koesoema ( Bofonegoro ).
                Once upon time, Adipati Djati Koesoema defeated the battle so that he must give over all his properties and his sons or daughters as the commission because if his defeat. Unfortunatelly, his daughter, Princess Retno Sari  broke the promise. She escaped from the kingdom .  
                The escape of his daughter made Adipati Djati Koesoema felt greedly  sothat he threw away his bow toward the princess. According to the folktale the bow directed to the princess’ thigh or in Javanesse it is called “pupu”.  Adipati Djati Koesoema s bow is named “ Cempulung “ . Based on the name of “Cempulung “ and “ Pupu “ it becomes the origin of “CEPU”.
                In this National era, Cepu has been the escaped place for ex Madiun Indonesin Communist Party ( PKI). Fortunatelly, it can be annihilated ( ditumpas ) by Ronggolawe Division which is lead by GPH Dipokusumo. The name of Ronggolawe and Dipokusumo has been the icon of Cepu. Besides Ronggolawe has been also used as the name of the biggest square in Cepu ( Ronggolawe Square ), the name of STTR ( Sekolah Tinggi Teknologi Ronggolawe ) and the name of monument in Cepu ( Ronggolawe Monument ).



Kamis, 13 Agustus 2015

"Pramuka Garda Terdepan Pelaku Perubahan dalam Pembentukan Karakter Kaum Muda".

Selamat Hari Pramuka ke 54, 14 Agustus 2015
wahai para Pandu pandu negeriku.
“Kami Pramuka Indonesia, manusia Pancasila. Satya ku – ku
Darmakan, Darma ku – ku Baktikan. Agar Jaya, Indonesia. Indonesia Tanah
Airku. Kami jadi Pandumu”

Hari Pramuka diperingati setiap tahunnya oleh para pramuka se-Indonesia setiap tanggal 14 Agustus. Pemilihan tanggal 14 Agustus sebagai Hari Pramuka didasarkan atas sejarah kepramukaan di Indonesia.
Tepat pada tanggal tersebut, 54 tahun silam (1961) Presiden RI, Ir. Soekarno, menyerahkan panji-panji Gerakan Pramuka yang dilanjutkan dengan defile untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti oleh sekitar 10.000 Pramuka di Jakarta.
Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak, dan budi pekerti luhur.
Selain itu, kepramukaan juga merupakan sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan, dan perkembangan masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Sejarah kepramukaan di Indonesia tidak bisa dilepaskan dengan sejarah perjuangan kemerdekaan bangsa Indonesia. Gagasan Baden Powell yang membentuk kepramukaan dengan cepat menyebar ke berbagai negara, termasuk Belanda. Di negara Belanda kepramukaan disebut sebagai Padvinder. Di negara jajahannya, termasuk Indonesia, Belanda mendirikan organisasi Kepramukaan. Di Indonesia dikenal dengan istilah NIPV (Netherland Indische Padvinder Vereniging; Persatuan Pandu-Pandu Belanda). Organisasi ini dikhususkan bagi anak-anak Belanda. 
Oleh tokoh-tokoh pergerakan nasional Indonesia dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Karenanya kemudian muncul organisasi-organisasi kepramukaan pribumi yang kala itu jumlahnya mencapai lebih dari seratus organisasi. Organisasi itu semisal; JPO (Javananse Padvinders Organizatie); JPP  (Jong Java Padvinderij), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvinderij); HW (Hisbul Wathon) dll. 
Sejarah terus berlanjut. Melihat maraknya organisasi kepramukaan milik pribumi yang bermunculan, Belanda akhirnya membuat peraturan untuk melarang organisasi kepramukaan di luar milik Belanda menggunakan istilah Padvinder. Karena itu kemudian KH. Agus Salim menggunakan istilah "Pandu" dan "Kepanduan". 
Sejak tahun 1930 timbul kesadaran dari tokoh-tokoh Indonesia untuk mempersatukan organisasi kepramukaan. Maka terbentuklah KBI (Kepanduan Republik Indonesia). KBI merupakan gabungan dari organisasi kepanduan seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra). 
Dan pada tahun 1931 terbentuk PAPI (Persatuan Antar Pandu-Pandu Indonesia), kemudian diubah menjadi BPPKI (Badan Pusat Persatuan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938. 
Pada waktu pendudukan Jepang, kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk Keibondan, Seinendan dan PETA. 
Setelah masa kemerdekaan dibentuklah organisasi kepanduan yang bersifat nasional  yaitu Pandu Rakyat Indonesia yang dideklarasikan di Solo pada tanggal 28 Desember 1945. Pandu Rakyat Indonesia menjadi satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia saat itu. 
Namun pada masa leberalisme, kembali bermunculan berbagai organisasi kepanduan seperti; HW, SIAP, Pandu Indonesia, Pandu Kristen, Pandu Ansor, KBI dll yang jumlahnya mencapai seratusan lebih. Sebagian organisasi tersebut terhimpun dalam tiga federasi yaitu; IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia, berdiri tanggal 13 September 1951), POPPINDO (Persatuan Organisasi Pandu Putri Indonesia, berdiri tahun 1954) dan PKPI (Persatuan Kepanduan Putri Indonesia). 
Pada 1953 IPINDO berhasil menjadi anggota kepramukaan sedunia. Pada tanggal 10-20 Agustus 1955 IPINDO juga berhasil menyelenggarakan Jambore Nasional I di Pasar Minggu Jakarta. Sedangkan POPPINDO dan PKPI pernah bersama-sama  menyambut singgahnya Lady Baden Powell (istri Baden Powell) ke Indonesia, dalam perjalanan ke Australia. Pada tahun 1959, PKPI mengadakan perkemahan besar untuk pramuka putri yang disebut “Desa Semanggi” di Ciputat. Pada tahun ini juga IPINDO mengirimkan kontingen ke Jambore Dunia di MT. Makiling Filipina.  
Menyadari kelemahan yang ada, ketiga federasi tersebut akhirnya meleburkan diri menjadi PERKINDO (Persatuan Kepanduan  Indonesia). Namun ternyata Perkindo sendiri kurang solid sehingga  coba  dimanfaatkan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pionir Muda seperti di negara komunis lainnya. 
Mulai tahun 1960-an, berbagai pihak termasuk pemerintah dan MPRS melakukan berbagai upaya untuk melakukan penertiban organisasi kepanduan termasuk upaya untuk mendirikan Gerakan Pramuka. 
Pada hari Kamis malam tanggal 9 Maret 1961 Presiden mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui, metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. 
Presiden juga menunjuk Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof. Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA 
Panitia inilah yang kemudian mengolah Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka. Kepres ini menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA. 
Kepres Nomor 238 Tahun 1961 ini ditandatangi oleh Perdana Menteri Ir. Juanda sebagai Pejabat Presiden Karena Presiden RI, Ir. Soekarno saat itu sedang berkunjung ke Jepang. 
Pada tanggal 30 Juli 1961,  bertempat di Istora Senayan (Sekarang Stadiun Gelora Bung Karno), tokoh-tokoh organisasi kepanduan di Indonesia yang menyatakan dengan ikhlas meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA. 
Presiden Soekarno menyerahkan panji kepramukaan
Pada tanggal 14 Agustus 1961, dilakukan Pelantikan Mapinas (Majlis Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, dilanjutkan penganugerahan Panji-panji Kepramukaan dan defile Pramuka untuk memperkenalkan Pramuka kepada masyarakat yang diikuti  oleh sekitar 10.000 Pramuka. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai HARI PRAMUKA yang diperingati hingga sekarang. 
Mapinas saat itu diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno (Presiden RI)  dengan Wakil Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh. Sementara Kwarnas, diketuai oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan  Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua Kwarnari. 

Rabu, 12 Agustus 2015

10 Reasons Why English Is Important

The students of SMKN 4 Pati join the debate contest at SMK Jawa Tengah Pati, on August 10,2015 . The competition was joined by students of vocational high school in Pati.


















Taufik Ismail is one of the debate  participants of SMKN 4 Pati.He is in his second grade of SMKN 4 Pati. He joins as first speaker in his tea


Karina is one of the debate participants of SMKN 4 Pati. She is in her third year grade of SMKN 4 Pati. She is as the second speaker of his team.














Taufik Iqbal is one of the debate  participants of SMKN 4 Pati.He is in his third grade of SMKN 4 Pati. He joins as first speaker in his team. He is also as relpy speaker .




Yuuk Saling Berbagi


Pentingnya saling berbagi


Sebagai manusia kita semua memiliki kekurangan juga kelebihan, terkadang kelebihan yang kita miliki dapat menolong kekurangan yang ada pada orang lain, begitu juga kekurangan pada kita, dapat mendatangkan manfaat pada orang lain. Kita tak bisa menanam padi, padahal sangat butuh kita makan nasi, di sisi lain ada orang pandai meneliti bibit padi, mengembangkan jenis padi, memasarkan bibit padi, menanam, merawat, memanen ,mengupas kulitnya, menjemur, mengemas dan menjualnya.  Di tempat lain ada orang pandai mengolah biji besi, aluminum dan bahan lainnya, hingga ada orang pandai membuat kompor, membuat panci, mebuat dandang, mendisain magic jar, piring sendok dan sebagainya dan sebagianya.

Itu baru sepenggal kisah untuk memakan sesendok nasi, makanan pokok saja, yang lain ?
Ooo betapa indah rangkaian ikatan kelebihan dan kekurangan anak manusia terjalin hingga tercipta keharmonisan hidup.. Sungguh bagai untaian kalung mutiara yang akan rusak bila ikatan itu terlepas.
Para pembaca yang budiman saya punya banyak kekurangan, juga mungkin sedikit ide yang bisa kita berbagi, karena itulah blog ini muncul.. peran dari pembaca, ide apapun juga semoga bisa memberi manfaat setidaknya inspirasi bagi orang lain.

Banyak karya besar dimulai dari hal yang kecil, kemudian muncul ide dan terus berkembang manjadi karya besar yang dinikmati banyak orang bahkan lintas generasi.
Kita tentu ingat Isac Newton yang kejatuhan buah Apel ketika berteduh dibawah pohonnya, kemudian munculan teori grafitasi. Kegundahan Walt Disney terhadap tikus yang bandel digudang tempat ia menggambar, memunculkan tokoh Mickey Mouse.
Jadi tak harus hal besar, untuk membuat sesuatu yang besar. Saat kita saling berbagi.

Senin, 10 Agustus 2015

Peran Pendidikan Karakter Dalam Melengkapi Kepribadian

“Banyak orang tahu apa yang baik, berbicara mengenai kebaikan namun melakukan yang sebaliknya”

Pada awalnya, manusia itu lahir hanya membawa “personality” atau kepribadian. Secara umum kepribadian manusia ada 4 macam dan ada banyak sekali teori yang menggunakan istilah yang berbeda bahkan ada yang menggunakan warna, tetapi polanya tetap sama. Secara umum kepribadian ada 4, yaitu :
1. Koleris : tipe ini bercirikan pribadi yang suka kemandirian, tegas, berapi-api, suka tantangan, bos atas dirinya sendiri.
2. Sanguinis : tipe ini bercirikan suka dengan hal praktis, happy dan ceria selalu, suka kejutan, suka sekali dengan kegiatan social dan bersenang-senang.
3. Plegmatis :  tipe ini bercirikan suka bekerjasama, menghindari konflik, tidak suka perubahan mendadak, teman bicara yang enak, menyukai hal yang pasti.
4. Melankolis : tipe ini bercirikan suka dengan hal detil, menyimpan kemarahan, Perfection, suka instruksi yang jelas, kegiatan rutin sangat disukai.
Di atas ini adalah teori yang klasik dan sekarang teori ini banyak sekali berkembang, dan masih banyak digunakan sebagai alat tes sampai pengukuran potensi manusia.

Kepribadian bukanlah karakter. Setiap orang punya kepribadian yang berbeda-beda. Nah dari ke 4 kepribadian tersebut, masing-masing kepribadian tersebut memiliki kelemahan dan keunggulan masing-masing. Misalnya tipe koleris identik dengan orang yang berbicara “kasar” dan terkadang tidak peduli, sanguin pribadi yang sering susah diajak untuk serius, plegmatis sering kali susah diajak melangkah yang pasti dan terkesan pasif, melankolis terjebak dengan dilemma pribadi “iya” dimulut dan “tidak” dihati, serta cenderung perfectionis dalam detil kehidupan serta inilah yang terkadang membuat orang lain cukup kerepotan.
Tiap manusia tidak bisa memilih kepribadiannya, kepribadian sudah hadiah dari Tuhan sang pencipta saat manusia dilahirkan. Dan setiap orang yang memiliki kepribadian pasti ada kelemahannya dan kelebihannya di aspek kehidupan social dan masing-masing pribadi.  Mudah ya, penjelasan ini.
Nah, karakter nya dimana? Saat tiap manusia belajar untuk mengatasi kelemahannya dan memperbaiki kelemahannya dan memunculkan kebiasaan positif yang baru maka inilah yang disebut dengan karakter. Misalnya, seorang koleris murni tetapi sangat santun dalam menyampaikan pendapat dan instruksi kepada sesamanya, seorang yang sanguin mampu membawa dirinya untuk bersikap serius dalam situasi yang membutuhkan ketenangan dan perhatian fokus. Itulah Karakter. Pendidikan Karakter adalah pemberian pandangan mengenai berbagai jenis nilai hidup, seperti kejujuran, kecerdasan, kepedulian dan lain-lainnya. Dan itu adalah pilihan dari masing-masing individu yang perlu dikembangkan dan perlu di bina, sejak usia dini (idealnya).

Karakter tidak bisa diwariskan, karakter tidak bisa dibeli dan karakter tidak bisa ditukar. Karakter harus DIBANGUN dan DIKEMBANGKAN secara sadar hari demi hari dengan melalui suatu PROSES yang tidak instan. Karakter bukanlah sesuatu bawaan sejak lahir yang tidak dapat diubah lagi seperti sidik jari.
Banyak saya perhatikan bahwa orang-orang dengan karakter buruk cenderung mempersalahkan keadaan mereka. Mereka sering menyatakan bahwa cara mereka dibesarkan yang salah, kesulitan keuangan, perlakuan orang lain atau kondisi lainnya yang menjadikan mereka seperti sekarang ini. Memang benar bahwa dalam kehidupan, kita harus menghadapi banyak hal di luar kendali kita, namun karakter Anda tidaklah demikian. Karakter Anda selalu merupakan hasil pilihan Anda.
Ketahuilah bahwa Anda mempunyai potensi untuk menjadi seorang pribadi yang berkarakter, upayakanlah itu. Karakter, lebih dari apapun dan akan menjadikan Anda seorang pribadi yang memiliki nilai tambah. Karakter akan melindungi segala sesuatu yang Anda hargai dalam kehidupan ini.
Setiap orang bertanggung jawab atas karakternya. Anda memiliki KONTROL PENUH atas karakter Anda, artinya Anda tidak dapat menyalahkan orang lain atas karakter Anda yang buruk karena Anda yang bertanggung jawab penuh. Mengembangkan karakter adalah TANGGUNG JAWAB pribadi Anda.

Salam
Timothy Wibowo